PERCOBAAN IV
VOLUME MOLAR PARSIAL
I. Tujuan
- Menentukan volume molar nyata (e)M
- Menentukan volume molar parsial larutan dan zat tarlarut (v
II. Landasan Teori
Volume molar parsial merupakan kontribusi volume setiap komponen terhadap volume total suatu larutan. Jika hal terjadi pada sistem larutan yang terdiri dari perarut dan zat terlarut akan di peroleh volume total larutan yang tidak ditentukan dari jumlah volume pelarut dan volume zat terlarut. Maka volume total larutan sangat tergantung pada komposisi pelarut dan sat terlarut. Saat terjadi proses pelarutan maka zat terlarut akan tersolvasi dalam pelarut. Sehingga molekul zat terlarut akan di kelilingi oleh molekul pelarut (Rohyami, 2018).
Volume molar larutan elektrolit yang nampak dan parsial telah terbukti sebagai alat yang sangat berguna di dalam interaksi zat terlarut dan zat pelarut ada larutan. Densitas ukuran kepekatan atau kemampuan suatu zat merupakan perbandingan antara massa dan volume zat itu sendiri. Ada beberapa cara untuk mengestimasikan densitas cairan silika titik salah satunya metode yang dapat dilakukan tersebut adalah dengan cara menggunakan metode hubungan linear antara volume yang ada (Kristi et all., 2022).
Volume molar semu dan kompresibilitas molar semu ditentukan sebagai fungsi komposisi pada setiap suhu dari data densitas eksperimental pada kerapatan dengan kecepatan suara. Volume molar parsial komponen suatu campuran berubah-ubah, dikarenakan bergantung pada komposisi jenis molekul apabila komposisi berubah dari zat a murni ke zat b murni. Lingkungan molekular berubah dan perubahan gaya gaya yang bekerja antar molekul sifat campuran apabila komposisi berubah. Konsentrasi yang berbeda akan menyebabkan interaksi molekul juga berbeda, hal ini dipengaruhi oleh volume yang bergantung pada komposisi larutan. Konsentrasi yang besar akan mengakibatkan interaksi antar molekul akan lebih sering terjadi. Sifat-sifat volume molar parsial dapat ditentukan dengan metode grafik yang menggunakan hubungan yang menunjukkan hubungan antara volume dan konsentrasi. Volume molal memiliki prinsip yaitu dimana sifatnya juga dapat ditentukan dengan suatu fungsi yang disebut dengan besaran molal nyata. Sifat dalam termodinamika molal parsial dipengaruhi oleh beberapa sifat utama yaitu dalam suatu larutan panas larutan volume molal parsial dan komponen-komponennya dalam suatu larutan, entalpi molal parsial, serta energi bebas molal parsial dalam larutan tersebut (Wulandari dan Yulkifri, 2020).
III. Prosedur Percobaan
3.1 Alat dan Bahan
A. Alat
- Botol seprot
- Gelas ukur 50 ml
- Piknometer 25 ml
- Pipet tetes
- Penangas air diatur pada suhu 40°C
- Termometer
B. Bahan
- Aquades
- NaCl 4M
3.2 Skema Kerja
IV. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan praktikum kimia fisik lanjut mengenai percobaan dengan judul "Volume Molar Parsial" yang dimana bertujuan untuk dapat menentukan volume molar parsial nyata (Ø) serta menentukan volume molar parsial larutan dan zat terlarut (V). Dari judul, yang dimaksud dengan volume molar parsial merupakan zat terlarut dalam larutan adalah sifat termodinamika yang terkait dengan struktur zat terlarut dalam larutan dan interaksi zat terlarut-pelarut. Volume molar parsial suatu zat dalam larutan adalah perubahan volume yang terjadi suatu mol komponen x ditambah pada larutan tersebut dan tidak mengubah komposisi sistem volume molar parsial komponen suatu campuran dapat berubah tergantung pada komposisi. Karena lingkungan setiap jenis molekul campuran komposisi beruban dari A murni ke B murni (Edwin et al., 2020).
Volume molar parsial suatu larutan adalah penambahan volume yang terjadi bila satu mol komponen ditambah pada larutan. Pada percobaan ini bertujuan untuk menentukan volume molar parsial larutan NaCl dalam berbagai konsentrasi yang dilakukan dengan cara mengukur berat jenis larutan NaCl, dengan menggunakan piknometer. Adapun struktur dari NaCl:
Gambar 1. Struktur NaCl
Adapun cara menghitung volume molar nyata. Dimana dapat diperoleh menggunakan persamaan:
Molalitas (m) adalah jumlah mol zat terlarut persatuan massa pelarut sedangkan molaritas (M) m adalah jumlah mol zat terlarut persatuan volume. Volume larutan akan mengalami perubahan dengan adanya penambahan pada larutan. Molalitas (m) sebanding dengan konsentrasi (M) di mana semakin besar konsentrasi (M) maka semakin besar pula molalitas (m) larutannya. Kemudian dari data molaritas yang didapatkan, dilakukan perhitungan tentang volume molar nyata. Volume molar semu adalah volume yang digunakan untuk menentukan volume molar komponen larutan.
V. Kesimpulan dan Saran
4.1 Kesimpulan
1. Volume molar parsial adalah perubahan volume yang terjadi ketika satu mol zat ditambahkan ke dalam larutan tanpa mengubah komposisi sistem.
2. Volume molar parsial bergantung pada interaksi antara zat terlarut dan pelarut, serta komposisi campuran dalam larutan.
3. Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan volume molar parsial NaCl dalam berbagai konsentrasi dengan menggunakan piknometer untuk mengukur berat jenis larutan.
4.2 Sarana
Perlu penelitian lebih lanjut mengenai efek interaksi antar molekul terhadap perubahan volume dalam campuran larutan.
DAFTAR PUSTAKA
Edwin, E., U. R. Budihastuto dan C.S. Elnita. 2020. "Partial molar Pregnancy with Live Fetus In First Trimester: What Should we do next". Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. Vol. 20 (2): 111-114.
Kristi, A., M. Caf, M. Pompe dan A. Podgornok, 2022. "Complex Protein Retention Shifts with a pressure lncrease: An Indicatron of a Standard partial Molar Volume Increase during Adsorption". Journal Analytical Chemistry. Vol. 4(1): 1-5.
Rohyani, Y. 2018. Kimia fisik. Yogyakarta: Deepublish.
Wulandari, D. A. dan Yulkifli 2020. "Studi awal bangun colarimeter sebagai pendekatan pada pewarna makanan menggunakan sensor photodioda". Jurnal pilar of 'Physics. Vol .11(2): 81-87.





